6 Developer Video Game Terburuk Sepanjang Sejarah

Tidak semua developer dicintai oleh para fans, ada beberapa developer yang paling dibenci oleh para fans karena ketamakannya, dan juga kasus yang mereka hadapi.
Tidak semua developer dicintai oleh para fans, ada beberapa developer yang paling dibenci oleh para fans karena ketamakannya, dan juga kasus yang mereka hadapi.

Sederet InfoDeveloper, merupakan sebuah perusahaan yang bekerja di bidang pembuatan game, dan tidak banyak developer itu mempublish game mereka. Namun, di balik kesuksesan game tersebut, banyak para fans yang benci sama developer gamenya karena suatu alasan. Salah satu alasannya ialah banyaknya microtransaction yang memaksa para pemainnya.

Alasan tersebut bukan lagi rahasia umum, bukan hanya itu, ada beberapa kasus internal yang memicu pandangan buruk dari para fans, berikut deretan developer game yang terburuk sepanjang sejarah beserta alasannya.

6 Developer Video Game Terburuk Sepanjang Sejarah

 


1. Electronic Arts ( EA )

Electronic Arts atau EA, siapa sih yang tidak tau perusahaan game ini. Salah satu developer sekaligus publisher yang sangat rakus dan sering mematikan developer kecil yang mereka akuisisi salah satu contoh developer kecil yang di bunuh sama EA yaitu Westwood Studio ( Command & Conquer : Yuri Revenge ), alasan yang membuat EA menjadi salah satu developer game yang paling di benci ialah Microtransactionnya. Salah satu dari pemain Star Wars Battlefront II, yang mana ia membeli versi game tersebut namun tidak mendapatkan karakter Dart Vader. Tapi isi di dalam versi tersebut berisi beberapa karakter termasuk Dart Vader.

Namun, setelah di usut usut, untuk mendapatkan karakter itu, mereka harus membeli lootbox ( gacha ) walaupun sudah memiliki game versi premiumnya. Dan juga EA sering kali merilis game-game tanggung yang semestinya belum bisa di rilis, karena belum sempurnanya game tersebut.


2. Rockstar

Salah satu developer yang sempat di puji oleh fans setelah merilis GTA SA pada tahun 2004, dan juga dulu Rockstar merilis game-gamenya 4 tahun sekali tanpa ada cacat sedikit pun. Namun, pujian tersebut berubah menjadi hinaan akibat Rockstar tidak lagi membuat game baru, dan terus menerus menyedot keuntungan dari GTA V Online.

Alasan developer ini di benci ialah, mod-mod karya fans di tarik oleh Take-Two Interactive ( pemilik saham Rockstar ), Rockstar bersama Take-Two tidak segan segan memenjarakan dan mendenda para moder-moder ini. Mereka menduga para moders ini telah menghancurkan game yang telah mereka buat. Dan sampai sekarang, kasus ini menjadi besar dan telah memiju perang antara pembela moders dengan developer.


3. Activision

Untuk kalian yang sering main Call Of Duty, bakal tau beberapa dosa besar developer ini. Developer yang sempat mau bangkrut ini, akibat merugi setelah gamenya di rilis. Salah satu game mereka yang membuat mereka di puji ialah Call Of Duty Modern Warfer 1 dan 2, yang menjadikan franchise ini di puji dan mendapatkan salah satu penghargaan yakni salah satu game FPS terbaik yang pernah ada di era milenium.

Bukannya lebih dekat dari fans, tapi Activision memandangnya sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Yang mana, mereka menaikan harga game COD: MW 1 seharga $60, harga yang cukup mahal saat itu. Alasan para fans membenci perusahaan ini ialah, menaikan level di gamenya dan tentu saja fitur tersebut berbayar di PC. Satu lagi alasannya, COD: MW 3 yang di kembangi berantakan, setelah memecat CEO Infinite Ward yang telah berkonstribusi besar sejak game pertamanya.


4. Konami

Salah satu developer yang berasal dari Jepang, perusahaan ini lebih mementingkan ego mereka tanpa melihat permintaan fans. Salah satu dosa besar konami ialah, memutus kerjasama dengan Hideo Kojima. Kehilangan Hideo Kojima berarti Konami kehilangan franchise besar mereka yakni Metal Gear Solid series, walaupun series ini tetap berjalan tanpa Kojima, tapi para fans tetap tidak memujinya tanpa konstribusi dari pengembang aslinya yaitu Kojima.

Dan yang lebih parahnya lagi, Konami membiarkan Capcom bangkit melalui kesuksesan Resident Evil 7, padahal mereka bisa mengubur dalam-dalam franchise tersebut melalui game P.T, namun sayangnya game P.T itu tidak pernah di rilis dan menjadikannya Mythical Games.


5. Epic Games

Salah satu perusahaan yang bergerak melalui game, software, game store ini, sempat di rumorkan telah memonopoli market di PC. Yang mana monopoli di sini, memaksa para publisher harus membagi hasil dari game-game mereka sebanyak 12% kepada Epic Games. Sempat menjadi trending topik di berbagai forum-forum luar negri, yang menimbulkan pemboikotan terhadap Epic Games, dan salah satu dosa mereka terjadi di Fortnite mobile.


6. Capcom

Di dunia bagian barat, Capcom merupakan perusahaan terburuk sepanjang masa, contoh dosa besar mereka ialah menutup server Resident Evil Outbreak yang lebih cepat 3,5 tahun lebih cepat dari negara asalnya, di saat game tersebut lagi di gemari oleh player Amerika bagian Utara dan Eropa. Beberapa game rilisan mereka, hanya di rilis di negara Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan, para fans Capcom memberi julukan kepada mereka Sang Developer Yang Malas mentranslet kan game mereka.


itulah 6 Developer Game Terburuk Sepanjang masa

Nah bagaimana? Ada gak developer yang kalian benci selain di list yang atas ?. Jika kalian suka dengan artikel ini, Kalian bisa share ke teman-teman kalian. Terima kasih sudah membaca, Jaga kesehatan dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Sumber : Kincir