Review Anime Doll’s Frontline, Worth It Untuk Ditonton ?

Review Anime Doll's Frontline dari episode 1 hingga episode 11, dan di artikel ini mengandung spoiler jadi nonton dulu sebelum membaca.
Review Anime Doll's Frontline dari episode 1 hingga episode 11, dan di artikel ini mengandung spoiler jadi nonton dulu sebelum membaca.

Sederet Info – Oke, kali ini kami akan mereview anime Doll’s Frontline. Anime yang sudah tayang sejak bulan Januari kemarin yang masih tayang dan episode terakhirnya yang akan tayang di tanggal 26 Maret. Doll’s Frontline merupakan adaptasi dari game Girl’s Frontline. Dan, di artikel ini akan banyak sekali spoiler-spoiler, sekali lagi akan banyak spoiler-spoilernya.

Review Kali ini murni dari penilaianku sendiri, salah satu anime yang aku ikutin pada musim ini. Di karenakan masih awal untuk musim 2022, masih belum banyak anime yang belum dapat di tonton. Oh iya, aku menonton anime Doll’s Frontline melalui aplikasi Bilibili ( BStation ).

Review Anime Doll’s Frontline, Worth It Untuk Ditonton ?

 

Cerita di anime Doll’s Frontline sendiri di setting di masa depan yang telah pecahnya perang dunia ketiga, di tahun 2045. Banyak yang berspekulasi buruk untuk adaptasi dari gamenya ini, di karenakan grapich yang lumayan jelek, wajah karakternya lumayan ancur. Namun, aku enjoy menontonnya hingga episode 11 yang baru di rilis kemarin, dan jujur aku baru memulai gamenya di karenakan menonton Doll’s Frontline.


Episode 1 : The Seed

Pada episode 1, di buka dengan pertempuran di tahun 2062 yang terjadi di Sector 9. dengan membawa pasukan T-Doll jadul yakni PPsh-41, Scorpion dan MP40 yang sudah di dampingi dengan Dummy-dummy nya masing masing. Untuk melawan para Sangviss Ferri. Scene berpindah ke pasukan AR, yang di miliki oleh Laboratorium 16, Lab 16 yang merupakan tempat penciptaan Pasukan AR yang terdiri dari M4A1, M16, ST AR-15, dan M4 Sopmod II.

Di suatu bangunan, pasukan AR di sadap oleh Agent ( Pemimpin besar Sangviss Ferri ) saat melaksanakan pengiriman data-data ke Lab 16. Perang pun terjadi AR melawan Agent.

Agent

 

Di gamenya sendiri, pasukan AR tidak bisa di dapatkan dengan cara gacha. Namun, kalian harus menyelesaikan stage khusus, nanti juga akan saya bahas tentang pasukan elite satu ini.


Episode 2 : Wake Up

Perlawanan AR terhadap Agent selesai. Agent kalah ? Wohohoho tidak. Di episode ini kita di perkenalkan kepada Kalina yang berhadapan dengan sang player di game. Di sini player yang di game merupakan seorang perempuan, dengan nama Gentiane di sebuah karidor salah satu markas G&K ( Griffin And Kryuger ). Yang baru saja di angkat menjadi komandan, dan ya tentu saja dia mengakui dirinya sebagai newbie.

Sama seperti gamenya, Gentiane harus melakukan sebuah tutorial menggunakan pasukan T-Doll Mp5, P7, G36, dan FNC. Gentiane harus menyiapkan pasukannya untuk misi yang akan di lakukan satu jam lagi.

Setelah Tutorial tersebut, Gentiane dan pasukannya sudah di nyatakan siap untuk melakukan perang untuk menghadapi SF. Geantine mengirim pasukannya ke sebuah tempat yang mirip seperti Chernobyl di dunia nyata, di sini mereka berhadapan dengan Scarecrow. Scarecrow merupakan Boss pertama yang akan kalian hadapi di gamenya, tepatnya Chapter 1 Stage 6.

Scarecrow

Episode 3 : The Echo

Setelah berhasil mengalahkan Scarecrow, ada musuh baru yang muncul yakni Executioner yang mengincar M4A1. Gentiane di perintahkan oleh Helian untuk mencari keberadaan M4A1 dan 3 T-Doll Elit lainnya. Namun, pasukannya Gentiane tidak mendapatkan sinyal milik M4A1, melainkan sinyal pasukan SF yang di sangat kuat, sinyal tersebut berasal dari Executioner, yang kebetulan sama-sama mencari keberadaan M4A1 di tempat yang sama.

Executioner

Dan, pada akhirnya M4A1 bertarung melawan Executioner di sebuah jalur kecil yang di kelilingi oleh lereng, sebelum ia bertarung, ia sempat meninggalkan sebuah kode di sebuah bangunan. Kode tersebutpun sampai kepada pasukan Gentiane, dan segera bergegas ketempat sinyal M4A1 berada. M4A1 dan Executioner pun berada dalam satu stage, yakni Chapter 2 Stage 6. Setelah berhasil mengalahkan Executioner, kalian mendapatkan M4A1 level 20.


Episode 4 : Silence part 1

Setelah kekalahan Executioner dan M4A1 pun berhasil di selamatkan, scene berpindah dimana M4A1 di rawat diruangan kesehatan. Ia pun berusaha menghubungi pasukannya yang masih di luar sana, panggilan tersebut di jawab oleh M16 dan ST AR-15 yang bersama M4 Sopmod II yang sedang bersembunyi di sebuah gedung.

Di sana ia bertemu dengan Gentiane yang merupakan pemimpin pasukan dari T-Doll yang telah menyelamatkan dia. Dia pun di kirim bersama T-Doll milik Gentiane untuk menyelamatkan pasukannya. Tidak ada satupun boss yang muncul di episode ini, melainkan melawan sekumpulan kroco-kroco. Tidak lama, M4 Sopmod II berhasil di selamatkan dan ia terpisah dengan ST AR-15. Sopmod II bisa kalian dapatkan dengan cara menyelesaikan chapter 3 Stage 3.


Episode 5 : Silence part 2

Setelah penyelamatan M4 Sopmod II yang berjalan lancar, namun M4 Sopmod II mengatakan bahwa ada musuh baru yang muncul yakni Hunter. Sop II khawatir kepada ST AR-15 yang masih di luar sana, di karenakan Hunter akan mengincar ST AR-15 untuk mengacak-acak module milik AR-15. Permintaan Sop II akhirnya menyetujuinya, dan G36 mengatakan kepada M4 dan Sop II bahwa mereka akan mengadakan rapat untuk menyusun strategi dalam 15 menit lagi.

Hunter

Setelah selesai rapat untuk menyusun strategi dalam misi penyelamatan ST AR-15, merekapun dikirim ke suatu tempat dan benar saja, musuh yang akan mereka hadapi kali ini ialah Hunter. ST AR-15 sendiri sudah di ikat oleh Hunter, dan menjadikannya umpan untuk memancing M4 dan pasukannya. Di tempat tersebut, kroco-kroco milik Sangviss Ferri yang cukup banyakpun mengalami gangguan disistem mereka dan saling menembak satu sama lain.

Setelah kekacauan itu, pasukan milik Gentiane pun mulai menyerbu kedalam markas milik hunter. Sementara itu, secara mengejutkan ST AR-15 lepas dari ikatan yang dibuat oleh Hunter. Pertarungan antara ST AR-15 melawan Hunter pun di mulai, dan menghancurkan bangunan tersebut, akibat runtuhan bangunan itu, AR-15 akhirnya menang dan menembak kepala Hunter.

AR-15 dan Hunter di dalam gamepun satu stage, yakni di chapter 3 stage 6. Setelah kalian mengalahkan Hunter, AR-15 pun bisa kalian dapatkan.


Episode 6 : The Message part 1

Setelah kekalahan Hunter dan AR-15 berhasil di selamatkan, pada pukul 5 pagi mereka di kirimkan untuk berpatroli di suatu tempat. Dalam patroli kali ini, ada yang ganjal yakni tidak ada satupun boss yang terdeteksi oleh mereka. Sebelum memberangkatkan pasukan milik Gentiane, G&K meneliti tentang AR-15 yang baru saja di selamatkan oleh Gentiane.

Namun, dimarkas milik Gentiane, Helian pun memberitahunya apa yang mengganjal tersebut. Hal yang menggajal itu disebabkan oleh kemunculan boss baru yakni Intruder. Sang pemimpin yang cukup nyentrik dan memimpin Scarecrow, Executioner dan juga Hunter yang sudah kalah. Di sebuah Teater, pertempuran melawan Intruderpun tidak bisa dihindari.

Intruder

Scene berpindah kepasukan 404 yang beranggotakan HK416, UMP45, UMP9, dan G11, yang sedang mencari lokasi Agent berada. Disana M16 pun dipaksa untuk berhadapan dengan pimpinan pasukan 404 yakni HK416, yang secara tiba-tiba menembak M16 dari sebuah gedung.


Episode 7 : The Message part 2

Balik lagi ke scene pertempuran melawan Intruder disebuah teater, di sana mereka cukup kesusahan melawannya di karenakan persenjataan milik Intruder yang cukup menyempitkan pergerakan mereka. Ditengah-tengah kesulitan itu, M4 dan AR-15 memiliki satu pemikiran yakni merusak persenjataan milik Intruder.

Setelah merusak persenjataan milik Intruder, mereka pun mengepungnya dari segala arah dan membuat Intruder terpojok. Secara mengejutkan, M16 muncul secara tiba-tiba dari langit dan memukulnya dengan kartu AS yang di gendong oleh M16 setiap saat. Jujur, di episode ini, saya sangat menyayangkan kemunculan M16 yang secara tiba-tiba. Masalahnya, M16 baru saja menghubungi M4A1 sebelum ia berhadapan dengan HK416, dan terkesan tergesa-gesa


Episode 8 : The Kindling Part 1

Setelah mengalahkan Intruder, pasukan elit dari Lab 16 pun berkumpul kembali dan mereka dikirim ketempat pertemuan mereka dengan Agent. Mereka pun memasuki gereja tersebut guna untuk mencari data-data yang tertinggal, dan M4A1 sengaja memencet kotak yang terkubur direruntuhan dan terdengar sebuah kode yang diciptakan oleh SF.

Gentiane diperintahkan untuk menuju markas rahasia dengan pengawalan yang minim, disana mereka akan mengadakan pertemuan dengan komandan yang lain. Masing masing mereka membawa satu T-Doll, di antaranya Super SASS, PPK, AUG, dan DP28. Tidak lama, markas tersebut di serbu oleh para kroco-kroco milik SF, yang berkemungkinan datang karena AR-15 sudah menyebarkan markas rahasia tersebut. Dan ya, itulah yang di lakukan oleh Hunter saat mengurungnya di episode 5.


Episode 9 : The Kindling Part 2

Setelah kedatangan pasukan Elite, AR-15 pun di paksa untuk menyerahkan diri kepada G&K guna untuk penyelidikan atas kebocoran data milik mereka. Dan benar saja, setelah diteliti modul milik AR-15 sudah di modifikasi oleh SF yang mengakibatkan kebocoran tentang tempat markas milik G&K. Sebelum kepulangan tim Elite kemarkas, mereka bertemu dengan salah satu petinggi SF yakni Destroyer.

Destroyer

Setelah di tahannya AR-15, mereka di kirim kesebuah lembah untuk membasmi pasukan SF yang lain. bukan hanya Destroyer saja yang muncul, tapi Dreamer juga muncul namun bekerja di balik layar dan menyuruh Destroyer. Destroyer pun menghadapi pasukan G&K, namun suatu gelombang yang besar muncul yang menyebabkan radio para pasukan terputus dengan para pemimpin yang ada di markas G&K.

Dreamer

Episode 10 : The Kindling Part 3

Gelombang tersebut muncul dari skill Dreamer sendiri, akibat gelombang tersebut Destroyer berhasil melarikan diri. Di waktu yang sama, AR-15 melarikan diri dari markas G&K. Misi mereka pun berubah dari melawan Destroyer menjadi pencarian AR-15 yang kabur. Di tengah pencarian AR-15, mereka di hadang oleh sebuah meriam milik Dreamer dan membuat jebakan untuk pasukan AR. Kryugerpun memerintahkan pasukan Lab 16 untuk mundur sejenak. Namun, setelah mereka di tarik kemarkas, mereka pun di turunkan kembali demi menyisiri jejak AR-15, dan pasukan berarmor pun muncul.

M4 pun dengan sengaja menembaki salah satu dari mereka, namun salah satu satu dari mereka menunjukan diri kepada M4. Siapa yang ada di balik armor tersebut ? Tentu saja Kryuger sang pemimpin. Scene berpindah ke AR-15 yang sedang mengobrol kepada Dreamer soal alat virus yang ada di dirinya tersebut. Dan Dreamer mengatakan, virus tersebut di pasang oleh dirinya ( Dreamer ).

Di episode ini sangatlah berbeda dengan cerita asli yang ada di gamenya, AR-15 dan Dreamer tidak satu stage. AR-15 sendiri di Chapter 3 Stage 6 dan Dreamer di Chapter 7 stage 6.


Episode 11 : Comet Part 1

Di episode ini, muncul T-Doll yang beranggotakan Negev, TAR-21, Micro Uzi dan Galil AR, namun, di sini Logo Tallit milik Negev di hapus karena pihak studio memilih main aman. Anyway, lanjut kepada ceritanya Negev dan pasukannya di sadap oleh Alcemist, saat Tar-21 yang sedang melacak AR-15.

Alchemist

Alchemist dan pasukannya mengepung pasukan Negev yang sedang berlindung di sebuah bangunan planetarium, dan Galil AR di minta untung meminta bantuan Gentiane. M4 dan pasukannya bertemu dengan Galil AR di garis depan yang cukup berbahaya, dan segera menghubungi markas.

Scene berpindah ke tempat pasukan Negev yang sedang kewalahan dan kehabisan peluru, Galil AR yang membawa bantuanpun tiba di sana dan mereka merasa khawatir akan pasukan Negev. Setelah penyelamatan tersebut, AR-15 muncul dari kegelapan dan memukul M4 Sopmod II hingga pingsan, bukan hanya itu dia membawa M4 bersamanya dan mereset semua memori yang ada di module milik M4.


Itulah Review Dolls’ Frontline dari Episode 1 hingga 11

Kesimpulannya, anime Doll’s Frontline ini sangat worth it apa bila kalian hanya menikmati alur ceritanya, dan scorenya secara pribadi yaitu 7/10. Banyak Scene-scene yang sengaja di skip dan juga scene yang terlalu terburu-buru, mungkin saja, ada di antara kalian menganggap ini bukan review melainkan merangkum semua perepisode.